Pengenalan Industri 4.0 Kaitan Dengan Manajemen Pemasaran Beserta Sejarahnya
Pengenalan
Industri 4.0 Kaitan Dengan Manajemen Pemasaran Beserta Sejarahnya
Nama : Nadiene Anggia P.U
NPM : 17216984
Kelas
: 4EA10
Universitas
Gunadarma
Depok
2019
Pengertian
industri 4.0
istilah yang digunakan untuk merujuk pada proses perkembangan
yang terjadi di bidang manajemen manufaktur. Istilah ini juga mengacu pada
revolusi industri keempat dimana terjadi revolusi otomatisasi proses manufaktur
ke tingkat yang baru dengan memperkenalkan teknologi produksi massal yang
fleksibel dan disesuaikan.
Istilah Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan kepada publik
pada tahun 2011 sebagai “Industrie 4.0” oleh
sekelompok perwakilan dari berbagai bidang (seperti bisnis, politik, dan
akademisi) untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur di Jerman.
Pemerintah federal Jerman kemudian mengadopsi gagasan tersebut dalam “High-Tech
Strategy for 2020” yang selanjutnya membentuk kelompok kerja untuk memberi
saran lebih lanjut tentang implementasi Industri 4.0.
sebuah
kondisi pada abad ke-21 ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai
bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia
fisik, digital, dan biologi. Revolusi ini ditandai dengan kemajuan teknologi
dalam berbagai bidang, khususnya kecerdasan buatan, robot, blockchain,
teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi, Internet of Things, percetakan
3D, dan kendaraan tanpa awak (Wikipedia).Jadi revolusi industri 4.0 artinya
integrasi antara dunia online dengan dunia industri untuk meningkatkan
efisiensi nilai proses industri.
Revolusi industri 4.0 menjadi lompatan besar bagi
sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan
sepenuhnya tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga di seluruh rantai
industri sehingga melahirkan model bisnis baru dengan basis digital untuk
mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.
Sejarah Revolusi Industri
Untuk dapat memahami bagaimana revolusi
industri 4.0 secara khusus berbeda dengan revolusi industri sebelumnya,
maka berikut evolusi manufaktur dan sektor industri secara umum yang telah
terjadi.
·
Revolusi Industri Pertama (Industri
1.0)
Industri 1.0 atau revolusi industri
pertama terjadi pada abad ke 18 (1760-1840) di Inggris saat memperkenalkan dan
menggunakan mesin bertenaga uap dan air sebagai sumber tenaga pengganti
produksi manual oleh manusia dan hewan.
Pada waktu itu, istilah “pabrik”
menjadi sedikit populer. Salah satu industri yang pertama mengadopsi
metode tersebut adalah industri tekstil.
·
Revolusi Industri Kedua (Industri
2.0)
Revolusi industri yang kedua terjadi
antara tahun 1870 dan 1914 dengan memperkenalkan sistem yang sudah ada
sebelumnya seperti listrik dan jalur perakitan ke dalam industri.
Elektrifikasi pabrik berkontribusi
besar pada tingkat produksi. Produksi baja secara massal membantu
memperkenalkan jalur perakitan ke dalam sistem, yang berakibat pada produksi
massal.
·
Revolusi Industri Ketiga (Industri
3.0)
Revolusi industri ketiga terjadi
antara tahun 1950 dan 1970 dimana terjadi perubahan dari sistem analog dan
mekanis menjadi digital sehingga sering disebut sebagai Revolusi Digital atau
Era Informasi.
·
Revolusi
Industri Keempat (Industri 4.0)
Memasuki
Industri 4.0, ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara
manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui
teknologi informasi dan komunikasi. Implementasi Industry 4.0 tidak hanya
memiliki potensi luar biasa dalam merombak aspek industri, bahkan juga mampu
mengubah berbagai aspek dalam kehidupan manusia.
Salah
satu rujukan awal soal revolusi industri 4.0, Dalam buku The Fourth Industrial
Revolution (2016) yang ditulis oleh Klaus Schwab, chairman World Economic
Forum, menyebutkan bahwa revolusi kali ini tak hanya mengubah bagaimana bisnis
dijalankan dan para pekerja berelasi, tapi juga bagaimana orang menjalani
kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, revolusi industri 4.0 diproyeksikan
mempengaruhi perilaku personal secara mendalam.
·
Pondasi Industri 4.0
Ada
tiga pondasi dasar dari revolusi industri 4.0 ini, yaitu konektivitas Internet
yang terhubung secara permanen atau Internet
of things (IoT), data skala besar (big data) dan teknik penyimpanan data di awan (cloud computing).
Internet of things telah
memungkinkan terjadinya integrasi sistematis dari fase awal pengumpulan data,
pengolahan, analisis, hingga fase pemanfaatan data yang mampu memberi nilai
bagi pengguna secara maksimal dalam waktu singkat.
Perubahan
cepat dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjawab tantangan
batas antara realitas virtual dan dunia nyata. Industri 4.0 telah mampu membuat
komunikasi mesin dengan peralatan lain, disebut Internet of Things (IoT) dan
dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang disebut Internet of People (IoP),
sehingga tercipta apa yang sekarang disebut sistem produksi fisik dunia maya
(CPPS).
Semua
ini membantu industri mengintegrasikan dunia nyata menjadi virtual dan
memungkinkan mesin untuk mengumpulkan data langsung, menganalisisnya, dan
bahkan membuat keputusan berdasarkan data yang telah dibuat. Dengan demikian
tujuan utama dari industri 4.0 yaitu kestabilan distribusi barang dan
kebutuhan, dapat terpenuhi.
Industri
4.0 memungkinkan pendataan kebutuhan masyarakat secara real time, dan mengirim
data tersebut ke produsen. Sehingga, para produsen dapat memproduksi dengan
jumlah yang tepat sesuai kebutuhan. Tentunya secara ekonomi, hal ini dapat
menjaga kestabilan harga. Secara bisnis, hal ini dapat memperluas pasar dengan
jalur pasokan tanpa batas geografis.
Sumber
:

Komentar
Posting Komentar