Jenis pasar, Latar belakang monopoli, Etika dalam pasar kompetetif
1.
Jenis-jenis
Pasar
§ Pasar persaingan sempurna, Suatu pasar dimana terdapat banyak penjual dan
pembeli, barang yang didagangkan adalah barang homogen atau barang yang sama
dan penjual tidak memiliki kebebasan dalam menentukan harga. Dalam pasar
persaingan sempurna produsen bisa keluar dan masuk pasar dengan sangat mudah.
Dilihat dari persaingan diuar harga, pasar persaingan sempurna tidak memiiki
persaingan di luar harga.
§ Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar yang hanya
terdapat satu perusahaan saja atau bisa disebut suatu pasar yang penjualnya
hanya ada satu dan pembelinya banyak dan menghasilkan barang yang tidak
mempunyai pengganti. Keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan monopoli adalah
keuntungan yang melebihi normal dan ini diperoleh karena terdapat hambatan yang
sangat tangguh yang dihadapi perusahaan – perusahaan lain untuk memasuki
industri tersebut.
§ Pasar ologopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar
yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area.
Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia,
industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli
:
– Harga
produk yang dijual relatif sama
–
Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
– Sulit
masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
–
Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
2.
Monopoli
dan Dimensi Etika Bisnis
Pasar monopoli dalam etika bisnis dianggap kurang baik dalam
mencapai nilai-nilai moral karena pasar monopoli tak teregulasi tidak mampu
mencapai ketiga nilai keadilan kapitalis, efisiensi ekonomi dan juga tidak
menghargai hak-hak negatif yang dicapai dalam persaingan sempurna. Selain itu,
sifat pasar monopoli yang mendominasi salah satu jenis usaha, menjadikan
perusahaan yang bergerak secara monopoli tersebut bertindak sesuka hati.
3.
Etika
di dalam Pasar Kompetitif (Persaingan Sempurna)
Pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat
banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah
konsumen yang banyak.
Pada pasar persaingan sempurna terdapat persaingan yang ketat
karena setiap penjual dalam satu wilayah menjual barang dagangannya yang
sifatnya homogen. Harga pada pasar persaingan sempurna relatif sama dengan para
pesaing usaha lainnya. Konsumen tentu akan memilih produsen yang dinilai mampu
memberikan kepuasan. Adapun hal yang menjadi faktor kepuasan itu adalah tingkat
pelayanan dan fasilitas-fasilitas penunjang.
Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar
pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu:
§ Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli
dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan
penawaran barang oleh penjual. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang
ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
§ Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori
ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply.
ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan
penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak
penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya.
Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi
terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan
bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai
pengganti harga barang yang dibelinya
4.
Kompetisi
pada Pasar Ekonomi Global
Kompetisi mempunyai pengertian adanya persaingan antara
perusahaan untuk mencapai pangsa pasar yang lebih besar. Kompetisi antara
perusahaan dalam merebutkan pelanggan akan menuju pada inovasi dan perbaikan
produk dan yang pada akhirnya pada harga yang lebih rendah. Sebuah perusahaan
yang memimpin pasar dapat dikatakan sudah mencapai keunggulan kompetisi. Kompetisi
baik bagi perusahaan karena akan terus mendorong adanya inovasi, ketekunan dan
membangun semangant tim. Sekalipun demikian, tidak selamanya kompetisi selalu
baik karena kita harus memastikan bahwa para pesaing perusahaan kita tidak akan
mencuri pelanggan kita.
Dalam persaingan ini tentunya Negara-negara maju sangat
berpotensi dalam dan berpeluang sangat besar untuk selalu bisa eksis dalam
persaingan itu. Hal ini disebabkan karena :
1.
Teknologi yang
dimiliki jauh lebih baik dari Negara-negara berkembang.
2.
Kemampuan modal yang
memadai dalam membiayai persaingan global sebagai wujud investasi mereka.
3.
Memiliki masyarakat
yang berbudaya ilmiah atau IPTEK.
Alasan-alasan di atas cenderung akan melemahkan Negara-negara
yang sedang berkembang dimana dari sisi teknologi, modal dan pengetahuan jauh
lebih rendah. Bali sendiri kalau kita lihat masih berada diposisi yang sulit,
dimana perekonomian Bali masih didominasi oleh orang-orang asing, misalnya
hotel-hotel besar, dan juga perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Dalam pengertian sempit, kompetisi mempunyai pengertian
perusahaan-perusahaan berusaha sekuat tenaga untuk membuat pelanggan membeli
produk mereka bukan produk pesaing. Oleh karena itu, akan terdapat pihak yang
menang dan yang kalah. Dalam pengertian luas sebagaimana sudah disebutkan di
atas, kompetisi merupakan usaha organisasi bisnis dalam memperoleh pangsa pasar
yang lebih besar dan lebih sukses dibandingkan dengan pesaingnya. Ada tiga
model kompetisi dalam dunia bisnis, yaitu: kompetisi manufaktur, kompetisi
penjualan dan model-model kompetisi.
Kompetisi global juga menyebabkan menyempitnya lapangan
pekerjaan, terutama masyarakat lokal, karena kebanyakan pekerjaan dilakukan
oleh teknologi, dan Negara-negara maju menjadi pemasok kebutuhan-kebutuhan,
sehingga kita cuma bisa menikmati hasil yang sudah disuguhkan secara cantik
yang sebenarnya merupakan ancaman yang sangat besar bagi bangsa kita. Dilain
sisi, lahan pertanian juga akan semakin menyempit.
Komentar
Posting Komentar