Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Secara Sektoral dan Contoh Salah Satu Sector!


Bagaimana pendapat saudara tentang kebijakan yang perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara sektoral, berikan contoh salah satu sector!

Menrut pendapat saya, Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sangat penting, karena tanpa adanya pertumbuhan ekonomi maka kesejahteraan masyarakat tidak akan meningkat, produktivitas akan menurun, dan distribusi pendapatan juga tidak akan meningkat.

Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda dengan daerah lainnya. Dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi daerah diperlukan adanya perencanaan dan stratego yang tepat sasaran, karena pada setiap daerah keadaannya tidak sama. Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda, potensi dan karakteristik yang beragam inilah yang dapat membentuk struktur perekonomian daerah. Struktur ekonomi daerah dapat dilihat dari besarnya kontribusi masing-masing sektor ekonomi terhadap PDRB.  Dengan mengetahui gambaran struktur ekonomi tersebut, maka upaya pembangunan ekonomi dpat dilaksanakan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut.

Contohnya : kemajuan perekonomian di Kabupaten Sidoarjo dapat dilihat dari kontribusi PDRB atas dasar harga konstan 2000. Berdasarkan data BPS (2012) selama kurun waktu 2007 hingga 2011, PDRB atas harga konstan Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini membuktikan bahwa perekonomian di Kabupaten Sidoarjo semakin menigkat dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Struktur perekonomian di Kabupaten Sidoarjo dilihat dari kontribusi sektor ekonomi terhadap PDRB dalam lima tahun terakhir masih didominasi oleh tiga sektor, yaitu Industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor angkutan dan komunikasi. Ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi yang paling besar terhadap PDRB Kabupaten Sidoarjo.

Berdasarkan data statistik Kabupaten Sidoarjo diperoleh informasi bahwa pengembangan perekonomian dititik beratkan pada pengembangan infrastruktur, hal ini menjadi kendala dalam mengembangkan perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah daerah juga membangun sentra industri dengan berbagai macam fasilitasnya sebagai wadah untuk mengintegrasikan berbagai jenis industry yang berkembang di Sidoarjo. Namun, dalam perkembangannya usaha pemerintah tersebut masih memerlukan perbaikan -- perbaikan supaya sektor -- sektor ekonomi yang ada semakin meningkat dan dapat menunjang perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu perlu adanya penghitungan analisis untuk mengetahui sektor ekonomi yang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sidoarjo, dan mengetahui model pengembangan sektor unggulan tersebut.

Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Locations Quotient(LQ). Analisis LQ dipergunakan untuk menentukan sektor basis dan non basis yang bertujuan untuk melihat keunggulan komparatif suatu daerah dalam menentukan sektor unggulan yang ada pada daerah tersebut.

Apabila nilai LQ >1, disebut sektor basis yaitu sektor yang tingkat spesialisasinya lebih tinggi daripada tingkat wilayah acuan. Jadi apabila nilai LQ Kabupaten Sidoarjo lebih dari 1, maka tingkat spesialisasi di suatu sektor di Sidoarjo lebih besar daripada sektor yang sama dalam perekonomian di tingkat Provinsi Jawa Timur. Sebaliknya jika LQ < 1, disebut sektor non basis yaitu sektor yang tingkat spesialisasinya lebih rendah daripada tingkat wilayah acuan. Jadi apabila nilai LQ Kabupaten Sidoarjo kurang dari 1, maka tingkat spesialisasi suatu sektor di Sidoarjo lebih kecil daripada sektor yang sama di tingkat perekonomian Provinsi Jawa Timur. Sedangkan apabila nilai LQ = 1, maka tingkat spesialisasi daerah sama dengan tingkat wilayah acuan.  Dari penghitungan nilai LQ rata-rata tahun 2007 sampai dengan than 2011, dapat diketahui bahwa yang tergolong sektor basis di Kabupaten Sidoarjo adalah :

·         Sektor industry pengolahan
·         Sektor listrik, gas dan air bersih
·         Sektor angkutan dan komunikasi

Sektor-sektor tersebut merupakan sektor basis karena memiliki nilai LQ lebih dari 1 (LQ >1). Dengan demikian dapat diartikan bahwa sektor ekonomi tersebut mampu mengekspor hasil produksinya ke daerah lain. Kontribusi yang diberikan oleh sektor -- sektor ekonomi di Kabupaten Sidoarjo tersebut lebih besar daripada kontribusi sektor-sektor yang sama di Provinsi Jawa Timur. Sedangkan untuk keenam sektor lainnya masuk kedalam sektor non basis, karena sektor ekonomi tersebut memiliki nilai LQ kurang dari 1 (LQ < 1 ). Hal ini menunjukkan bahwa sektor ekonomi tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi domestic dan cenderung melakukan impor dari luar daerah untuk menutupi kekurangan kebutuhan yang terjadi.

Teknik analisis selanjutnya ialah analisis Shift Share. Analisis shift share digunakan untuk mengetahui proses pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo dan dikaitkan dengan perekonomian daerah yaitu Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis akan menggambarkan kinerja suatu sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB suatu daerah dibandingkan dengan wilayah diatasnya. Hasil dari analisis shift share yang ada di Kabupaten Sidoarjo, terdapat Sembilan sektor yang memiliki Provincial Share (Ps) yang bernilai positif, yaitu Ps > 0. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa semua sektor ekonomi dalam perekonomian Kabupaten Sidoarjo tumbuh lebih cepat apabila dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan sektoral Provinsi Jawa Timur.

            Sebagai tindak lanjut terhadap kinerja sektor unggulan yang ada di Kabupaten Sidoarjo, maka pemerintah Kabupaten Sidoarjo merancang model pengembangan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja sektor unggulan dalam menopang perekonomian daerah. Untuk masalah sektor non unggulan, pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyusun konsep pengelolaan ruang agropolitan. Konsep pengelolaan ruang agropolitan ini merupakan arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang yang diperuntukkan bagi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan usaha-usaha berbasis agribisnis lainnya. Dengan adanya pengelolaan ruang berbasis agropolitan ini maka keterkaitan antara desa dan kota akan intensif.

            Dengan adanya pengembangan kawasan agropolitan maka pembangunan ekonomi akan diarahkan pada kawasan agribisnis yang berbasis sektor pertanian. Pengembangan kawasan ini dirancang dan dilaksanakan dengan mengembangkan berbagai potensi yang ada untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha agribisnis yang memiliki daya saing tinggi, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi. Kawasan agropolitan merupakan kota pertanian yang tumbuh dan berkembang sehingga mampu mendorong pembangunan sektor pertanian di wilayah sekitarnya.

            Pengembangan kawasan agropolitan dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan prasarana an sarana penunjang kegiatan pertanian, baik yang dibutuhkan sebelum proses produksi, dalam proses produksi maupun setelah proses produksi. Pengembangan kawasan agropolitan juga harus didukung oleh kemampuan entrepreneurship dari petani sehingga tidk sampai menjadi hambatan di masa yang akan datang. Kurangnya kemampuan entrepreneurship para petani akan berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan peluang yang semakin terbuka untuk mengembangkan usahanya.

            Strategi pengembangan sektor unggulan dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah dengan memberdayakan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan sektor unggulan daerah tanpa mengabaikan sektor non basis, sehingga dapat mengintegrasikan sebagai sektor ekonomi. Untuk itu, sektor industry pengolahan sebagai sektor unggulan yang memiliki kontribusi paling besar dalam perekonomian Kabupaten Sidoarjo perlu mendapat prioritas pengembangan sehingga dapat memberikan dampak yang tinggi bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, pengembangan sektor-sektor non unggulan harus lebih diintensifkan lagi dengan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada dan mempromosikan brand image daerah sehingga dapat menarik investor serta dapat membentuk pola kemitraan dan kerja sama dengan pihak swasta atau pihak lain. Pengembangan sektor -- sektor ekonomi yang multisektoral juga perlu ditunjang oleh kesiapan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan pembangunan daerah yang mandiri.

Sumber : Kompasiana
            Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Pengembangan Sektor Unggulan di Kabupaten Sidoarjo



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kasus Peran Sistem Pengaturan, Good Governance

Contoh Kasus Dari Memberikan Contoh Tentang Perilaku Bisnis Yang Melanggar Etika

Definisi Etika dan Bisnis Sebagai Sebuah Profesi